Showing posts with label Teknopreneurship. Show all posts
Showing posts with label Teknopreneurship. Show all posts

Merencanakan Bisnis Pembuatan Web


Artikel ini ditujukan kepada para mahasiswa yang mengambil jurusan Teknologi Informasi atau Sistem Informasi. Pernah seseorang menyampaikan kepada kami, kalo mahasiswa akademi majemen informasi dan komputer nganggur saat lulus kuliah, berarti dia tidak belajar apa-apa sebelumnya.
Setelah dipikir-pikir bener juga sih. Bayangkan jika Anda seorang mahasiswa akademi manajemen informatika dan komputer dari jurusan apa sajalah, banyak sekali materi-materi kuliah yang telah diajarkan. Adakah yang paling menarik minat Anda? Jika tidak ada berati Anda salah jurusan... hehehehe...
Biasanya materi Jaringan Komputer, Pemrograman, Pemrograman Internet (Web Programming) dan Web Design diajarkan di perkuliahan. Dengan kemampuan materi-materi tersebut, kita anggap Anda sudah mampu untuk memulai bisnis Anda. Pertanyaannya adalah bagaimana cara memulainya?
Ini hanyalah sebuah trik atau pengalaman awal saat memulai membangun bisnis di pembuatan website, tentu saja banyak sekali trik atau pengalaman-pengalaman lainnya yang patut Anda baca dan ketahui. Kadang belajar dari kesalahan orang lain akan mempercepat proses belajar kita.
Apa saja yang harus dilakukan untuk memulai binis pembuatan website?

* Buatlah sebuah merek dagang sesuai dengan jiwa dan kesukaan Anda, tidak ada batasan untuk membuat sebuah merek dagang.

* Pilih nama domain yang sesuai atau sejalan dengan merek dagang Anda.

* Pesanlah domain dan hosting di salah satu perusahaan penyedia. Lakukan survey singkat terlebih dahulu dengan membanding-bandingkan masing-masing perusahaan tersebut.

* Buatlah website yang berisikan company profile dari usaha Anda tersebut.

* Selesai, Selamat .... sekarang Anda punya bisnis pembuatan web site.

Mudah sekali bukan? Dari pembahasan diatas, untuk sementara jangan perdulikan dulu tentang legalitas. Legalitas sangat penting, tetapi saat awal mendirikannya lebih baik konsentrasi dengan apa yang akan Anda jual. Setelah berjalan atau saat Anda mendapatkan customer yang benar-benar membutuhkan legalitas, saat itulah Anda mulai mengurus surat-surat legalitasnya.

Dengan membaca bahasan diatas, tentu saja Anda akan bilang, "Ngomong sih gampang, bagaimana prakteknya?" ya kan? Hehehehe... iya wajar saja Anda memiliki pikiran seperti itu, tetapi inti nya adalah Anda harus punya kenyakinan untuk bisnis ini. Jika Anda mampu melakukan 5 (lima) hal diatas, maka semuanya bisa mungkin terjadi, bisa sukses!!!

Simpan dahulu petanyaan-pertanyaan lainnya, saat ini konsentrasi terlebih dahulu pada 5 (lima) hal diatas sehingga Anda bisa fokus. Ambil pulpen/pensil serta kertas, mulailah mencoret-coret memikirkan merek dagang dan nama domain yang sesuai untuk bisnis Anda. Dan selanjutnya ikuti bahasan ke 2 (segera menyusul).

Semoga bermanfaat. Selamat berbisnis.

What Is cPanel?




Ada pertanyaan mendasar, Apa itu Cpanel ? Baiklah. Ketika Anda ingin membuat website, maka ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, silakan baca dulu tulisan pengertian website. Diagram dibawah ini akan mempermudah penjelasan tentang kegunaan Cpanel.

Cpanel atau dikenal juga dengan kontrol panel adalah sebuah halaman aplikasi website terproteksi yang hubungkan Anda dengan program-program pendukung website dalam web server/web hosting. Sejak program pendukung website berada di lingkungan operating system Linux dan cukup kompleks, maka Cpanel menjadi jembatan untuk mempermudah pengelolaan website oleh pengguna.







Penjelasan Untuk Alur Diatas

Pelanggan/Web designer faham cara membuat website dengan program pembuat website, semisal Adobe Dreamweaver, MS Frontpage, dll, sehingga menghasilkan file-file design berekstensi html, css, js, atau php. Dalam aplikasi yang kompleks, juga menghasilkan file ekstensi sql hasil dari pengolahan database MySQL. Di era web 2.0, pengguna sudah menggunakan program aplikasi pendukung website, misal AppServ, Xampp, Wamp, dll dimana software server, MySQL, PHP sudah termasuk didalamnya.

Ketika sudah selesai buat website di lingkungan offline, web designer harus membeli domain name dan paket web hosting agar nantinya website bisa online di internet. BOC menyediakan domain name ekstensi internasional (com, net, org, dll) dan ekstensi Indonesia (co.id, sch.id, dll). Sedangkan lokasi datacenter web hosting bisa memilih gunakan yang di Indonesia, Singapore atau USA. BOC akan mengirimkan informasi aktivasi web hosting ke email si web designer.

Cpanel adalah kontrol panel terproteksi. Untuk masuk perlu username dan password. Informasi alamat akses Cpanel dan login ada dalam email aktivasi hosting. Cpanel sendiri ditampilkan dalam format web base, artinya bisa diakses melalui browser internet, semisal Internet Explorer, Firefox, Safari, dll. Fungsi Cpanel adalah sebagai jembatan perintah-perintah teknis ke program-program pendukung website yang berada di web server. Program pendukung website misalnya database MySQL, Apache/LiteSpeed, PHP, dll. Karena fungsinya sebagai jembatan, maka web designer bisa mengelola kebutuhan website. Beberapa diataranya adalah :
Membuat/hapus alamat email
Menciptakan email forwarder
Membuat/hapus nama/user database MySQL
Upload file-file website dan database
Atur konfigurasi PHP
Melihat statistik pengunjung website
Konfigurasi keamanan (security) folder/website
Pengaturan sub domain/parkir domain dan tambahan domain (addon domain)
Install instan script website, misal wordpress, joomla, dll.
Dan banyak lagi. Tutorial-tutorial untuk masing-masing fungsi diatas bisa dilihat pada kategori Tutorial dalam web ini.

Tampilan Cpanel seperti gambar dibawah ini. Jika ingin demo, silakan kesini klik Demo Cpanel dan Web designer bisa membaca halaman Tutorial Cpanel.


Kemudian web server ?, dia adalah komputer yang 24jam online berfungsi menyebarkan website ke dunia internet. Dalam web server terinstall program-program pendukung website semisal Operating system Linux, database MySQL, program server Apache/LiteSpeed, konfigurasi PHP, dll. Mirip degan komputer yang digunakan oleh masyarakat yang ada program Windows, Microsoft Word, Windows Media Player, Adobe Photoshop, dll. Namun komputer web server lebih dikhususkan untuk kebutuhan penyediaan program-program website saja.

Kesimpulannya: Cpanel adalah aplikasi berbasis website yang berfungsi sebagai kontrol panel program-program pendukung website yang tertanam dalam komputer web server. Cpanel sendiri sejatinya sebuah merk kontrol panel yang populer di Indonesia dan mayoritas digunakan oleh perusahaan penyedia web hosting di seluruh dunia. Ada juga kontrol panel website merk lain misal Plesk, Webmin, Direct Admin, dll.
















------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mengenal Pengertian Web 2.0 dan Ciri-Ciri nya



Web 2.0 adalah website yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik dan pengguna dengan konsep yang lebih mudah dan fleksible, selain itu ciri dari web 2.0 adalah website yang dibuat dengan full css yang membuat website lebih mudah dan ringan diakses, tidak memakan resources banyak.


Web 2.0. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun 1990-an.


What is Web 2.0 karangan Tim O’Reilly menjabarkan arti dan ciri-ciri web 2.0 tersebut. Kebetulan dia merupakan orang yang mencetuskan kata Web 2.0. Ciri-ciri Web 2.0 diantaranya:

The Web as Platform

Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Apa sih yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini !

Harnessing Collective Intelligence

Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.

Data is the Next Intel Inside

Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.

End of the Software Release Cycle

Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.

Lightweight Programming Models

Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.

Software Above the Level of a Single Device

Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa.

Rich User Experiences

Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan dalam browser namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.

Apakah suatu aplikasi harus memiliki ketujuh ciri-ciri ini untuk bisa disebut “Web 2.0? ? Jawabannya adalah tidak. Namun semakin banyak ciri-ciri yang dimiliki berarti aplikasi itu semakin “Web 2.0? ! Dan satu hal lagi, meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas banyak berasal dari keluarga Google, tapi sebenarnya masih banyak aplikasi Web 2.0 yang lain. Di kesempatan lainnya kita akan melihat contoh aplikasi-aplikasi Web 2.0 yang sedang berkembang saat ini.










Sumber :

Sumber Berita: www.swarakalibata.com
________________________________________